Skip to content
Santekno.com | Level Up Your Engineering Skills
ID
📖 0%
Network

Cara Membuat DNS Server

· 4 mnt baca ·Ihsan Arif

Cara Membuat DNS Server pada Fedora Core 7 merupakan pengalihan dari suatu ip address menjadi nama sesuai dengan keinginan kita agar gampang di ingat. Baiklah, SanTekno sekarang akan membahas tentang DNS Server. DNS server bertanggung jawab penuh mengelola domain masing-masing client. Tidak ada server tunggal yang akan bertanggung jawab mengelola semua domain. Jika sebuah client memerlukan informasi IP Address yang tidak dapat diberikan oleh server yang ada pada domainnya, maka server tersebut akan “men-delegasikan-nya” kepada server lain mengikuti prinsip top-down.

Artinya proses akan dimulai dari domain paling atas hingga paling bawah, dari root-toplevel-secondlevel-dan seterusnya, sampai IP Address yang diinginkan dapat ditemukan atau gagal. Untuk langkah pertama kali pembuatan DNS server dengan Instalasi Primary Name Server. Apa itu Primary Name Server? Apakah Ada Secondary Name Server?

Untuk pembahasannya lihat Jenis-Jenis Name Server agar bisa lebih memperjelas pertanyaan yang tadi di keluarkan. Baiklah Kita lanjutkan dengan membangun DNS Server dengan menginstal utilitas yang digunakan adalah Bberkeley Internet Name Domain (BIND atau bind). Bind merupakan software client-server yang menyertakan sebuah program bernama named (baca:nem-di). Software client disebut resolver yang berisi query-query informasi tentang suatu domain dan mengirim query tersebut ke server. Sedangkan software server bertugas menjawab query dari client.

bash
1rpm –qa | grep bind
2
3bind-libs-9.4.0-6.fc7
4bind-utils-9.4.0-6.fc7
5bind-9.4.0-6.fc7
6bind-chroot-9.4.0-6.fc7

Sebelum konfigurasi utama kita harus konfigurasi resolv.conf untuk name server kita bisa mengarah ke dalam IP Addres yang sudah di tentukan yaitu 192.168.1.1. Maka ketik perintah sebagai berikut.

bash
1vi /etc/resolv.conf

Edit isian dari file resolv.conf tersebut sehingga terlihat seperti berikut

bash
1nameserver 192.168.1.1

Konfigurasi Utama

File /etc/named.conf merupakan file konfigurasi utama. File ini disebut boot script dan named akan menggunakannya sebagai acuan yang akan menentukan cara kerja server. jika kita menginstal aplikasi bind-chroot maka named.conf akan disimpan di direktori /var/named/chroot/etc/. Sedangkan /etc/named.conf hanya link-nya atau shortcut saja. Buka file named.conf dengan perintah sebagai berikut

bash
1vi /var/named/chroot/etc/named.conf

Maka akan keluar editan file named.conf pindahkan ke baris paling bawah lalu tambahkan argumen berikut :

bash
1zone “santekno.com” IN {
2     type master;
3     file “santekno.com.zone”;
4};

Blok argumen di atas untuk keperluan pemetaan hostname menjadi IP Address semua komputer di zone santekno.com Sebuah Statement selalu diakhiri dengan simbol ;. Jika tidak, maka named akan menganggap baris tersebut masih ada kelanjutannya.

Lalu jika kita menginstal aplikasi bind-chroot maka named.conf harus disimpan di /var/named/chroot/etc/named.conf sedangkan file zona disimpan di direktori /var/named/chroot/var/named/.

Selanjutnya kita akan mengedit zona reserve santekno.com. Tambahkan argumen berikut tepat di bawah argumen yang sudah kita buat.

bash
1zone “01.168.192.in-addr.arpa” IN {
2     type master;
3     file “santekno.com.rev.zone”;
4};

Konfigurasi File Zona

File Zona adalah file konfigurasi dimana semua client dan semua DNS Server di alamatkan ke dalam IP Address masing-masing. Untuk lebih lanjutnya silahkan tulis perintah sebagai berikut untuk pembuatan file Zona santekno.com.

bash
1touch /var/named/chroot/var/named/santekno.com.zone

Selanjutnya buka file zona tersebut dengan perintah berikut.

bash
1vi /var/named/chroot/var/named/santekno.com.zone

Tulislah argumen sebagai berikut

bash
 1$TTL 8600
 2@    IN   SOA  santekno.com  root.santekno.com
 3              (
 4                   10102012  ;serial
 5                   28800     ;Refresh
 6                   14400     ;Retry
 7                   3600000   ;Expire
 8                   86400)    ;minimum
 9
10@         1D   IN   NS        ns1
11@         1D   IN   MX 10     mx1
12ns1       1D   IN   A         192.168.1.1
13mx1       1D   IN   A         192.168.1.2
14@         ID   IN   A         192.168.1.1
15www       1D   IN   CNAME     @
16mail      1D   IN   A         192.168.1.2
17ftp       1D   IN   A         192.168.1.3

Buat juga argumen reserve File dengan membuat dahulu file sebagai berikut

bash
1touch /var/named/chroot/var/named/santekno.com.rev.zone

Selanjutnya buka file zona tersebut dengan perintah berikut.

bash
1vi /var/named/chroot/var/named/santekno.com.zone

Tulislah argumen sebagai berikut

bash
 1$TTL 8600
 2@    IN   SOA  santekno.com  root.santekno.com
 3              (
 4                   10102012  ;serial
 5                   28800     ;Refresh
 6                   14400     ;Retry
 7                   3600000   ;Expire
 8                   86400)    ;Minimum
 9
10@         1D   IN   NS        ns1.santekno.com
11@         1D   IN   MX 10     mx1.santekno.com
121         1D   IN   PTR       ns1.santekno.com
132         1D   IN   PTR       mx1.santekno.com
141         ID   IN   PTR       www.santekno.com
153         1D   IN   PTR       ftp.santekno.com
162         1D   IN   PTR       mail.santekno.com

Jangan lupa setelah pengeditan simpan dengan perintah :wq Setelah file-file konfigurasi siap, selanjutnya mengaktifkan server dengan menjalankan service named dengan perintah sebagai berikut.

bash
1service named restart

Demikian tutorial tentang Cara Membuat DNS Server pada Fedora Core 7, dan bisa dijadikan pedoman. Sudah jadi sebuah DNS server bisa di ping di dalam fedora. DNS Server bisa digunakan dengan baik. Semoga bermanfaat.

Referensi : Sofana, Iwan. 2008. Mudah Membangun Server dengan Fedora. Informatika, Bandung.

IH
Ihsan Arif
Backend engineer & penulis di Santekno. Aktif menulis tentang Go, Laravel, dan arsitektur backend modern.
Follow

💬 Komentar